Jakarta, faktaonenews.com —
Gunungan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dilaporkan semakin menumpuk hingga menyebabkan tembok pembatas di sekitar lokasi
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (31/3), terdapat dua titik tembok pembatas yang rusak. Salah satunya memiliki lebar sekitar 10 meter, sementara titik lainnya sekitar 2 meter.
Seorang warga sekitar, Tuswadi, menyebut kerusakan pada tembok tersebut terjadi dalam waktu yang berbeda. Bagian yang lebih kecil diperkirakan jebol sekitar setengah bulan lalu, sedangkan kerusakan besar sudah berlangsung sekitar dua bulan.
“Kalau yang ini (2 meter) setengah bulan lalu. Jebolnya malam-malam gitu,” ucap Tuswadi saat ditemui di lokasi.
Rumah Tuswadi yang letaknya tidak jauh dari lokasi terdampak membuat dirinya harus menghadapi bau menyengat dari tumpukan sampah tersebut.
“Baunya banget. Apalagi kalau ketiup angin, waduh, tambah bau lagi. Lebih parah gara-gara jebol ini,” ujarnya
Menangapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penanganan sampah di kawasan itu dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 7–8 hari ke depan.
Ia menjelaskan, sampah dipicu oleh gangguan di TPST Bantar Gebang , khususnya di zona 4A, yang menyebabkan proses pengangkutan sampah menjadi terhambat.
“Nanti detailnya akan dijelaskan Pak Dirut Pasar Jaya. Mudah-mudahan tujuh, delapan hari lagi selesai. Sekarang ini sedang ditangani” kata Pramono di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, gangguan pada zona tersebut berdampak luas hingga ke Kramat Jati, sehingga distribusi sampah tidak berjalan normal dan menyebabkan penumpukan lebih besar dari biasanya.
“Memang akibat dampak dari zona 4A Bantar Gebang yang kemudian rentetannya terjadi sampai hari ini. Saya sudah meminta Dirut Pasar Jaya untuk segera yang di Kramat Jati diselesaikan” jelasnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan waktu untuk mempercepat proses transportasi dan penanganan sampah di lokasi tersebut.
_Us.T_
