Tarumajaya di Ujung Utara Bekasi: Dikeruk Industrinya, Ditinggalkan Pembangunannya

HomeUncategorized

Tarumajaya di Ujung Utara Bekasi: Dikeruk Industrinya, Ditinggalkan Pembangunannya

Bekasi, faktaonenews.com

Kondisi wilayah Tarumajaya, yang berada di perbatasan antara Kabupaten Bekasi dan Jakarta Utara, kembali menuai sorotan. Di tengah geliat aktivitas industri yang terus berkembang di kawasan utara Bekasi, infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Tarumajaya dinilai masih jauh dari kata layak.

Selama bertahun-tahun, warga mengeluhkan berbagai persoalan mendasar yang tak kunjung terselesaikan. Mulai dari jalan rusak, drainase yang tidak berfungsi optimal, hingga banjir tahunan yang terus berulang.

Padahal, wilayah ini berbatasan langsung dengan kawasan industri besar seperti Marunda Center yang setiap hari dipadati aktivitas logistik dan distribusi berskala besar.

*Infrastruktur Tertinggal*

Sejumlah ruas jalan di Tarumajaya mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi tersebut diperburuk oleh lalu lintas kendaraan industri bertonase besar yang melintas setiap hari.

Selain jalan rusak, persoalan drainase juga menjadi sorotan. Banyak saluran air tidak berfungsi dengan baik, bahkan sebagian wilayah belum memiliki sistem drainase yang memadai.

Akibatnya, setiap musim hujan sejumlah titik kembali tergenang banjir. Padahal, secara topografi sebagian besar wilayah Tarumajaya berada sekitar dua hingga tiga meter di atas permukaan laut. Kondisi banjir dinilai lebih disebabkan oleh buruknya tata kelola drainase dan perencanaan wilayah, bukan semata faktor alam.

*Ironi Kawasan Industri*

Di tengah kondisi tersebut, geliat ekonomi kawasan industri justru terlihat sangat aktif. Aktivitas pergudangan, distribusi logistik, hingga transportasi kontainer berlangsung setiap hari di sekitar Tarumajaya.

 

Namun, perkembangan industri itu dinilai belum sebanding dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Tingkat pengangguran masih menjadi persoalan, sementara peluang kerja di kawasan industri belum sepenuhnya menyerap tenaga kerja lokal.

*Pemerintah Dinilai Belum Hadir*

Masyarakat menilai hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk menyelesaikan persoalan mendasar di Tarumajaya.

Baik Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai belum menunjukkan tindakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pergantian kepemimpinan dari waktu ke waktu pun disebut belum membawa perubahan signifikan terhadap pembangunan wilayah perbatasan tersebut.

*Kritik Keras Tokoh Pemuda*

Kondisi ini mendapat kritik dari Ketua Pemuda Pancasila PAC Tarumajaya, Bagus Dwi Roosandhi. Ia menilai Tarumajaya selama ini hanya dijadikan objek ekonomi tanpa diimbangi pembangunan yang layak bagi masyarakatnya.

“Tarumajaya ini seperti hanya dikeruk potensinya saja. Industri berjalan, aktivitas logistik ramai, pajak masuk ke daerah. Tapi pembangunan yang dirasakan masyarakat hampir tidak sebanding,” tegas Bagus.

Menurutnya, pemerintah daerah dan provinsi seharusnya menjadikan Tarumajaya sebagai kawasan prioritas karena posisinya yang strategis di perbatasan Jakarta.

“Sudah berkali-kali ganti bupati, ganti gubernur, tapi kondisi Tarumajaya tidak berubah. Jalan rusak, drainase tidak jelas, banjir setiap tahun. Sampai hari ini kami belum melihat tindakan nyata dari pemerintah untuk benar-benar membenahi wilayah ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan antara pesatnya aktivitas industri dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.

“Jangan sampai Tarumajaya hanya dijadikan halaman belakang industri. Truk kontainer lewat setiap hari, gudang dan pabrik berdiri, tapi masyarakat sekitar tetap bergelut dengan pengangguran dan infrastruktur yang memprihatinkan,” katanya.

*Menunggu Keseriusan Pemerintah*

Bagus menegaskan bahwa masyarakat Tarumajaya tidak menuntut sesuatu yang berlebihan, melainkan hanya meminta perhatian dan pembangunan yang adil.

“Kalau pemerintah serius, Tarumajaya bisa menjadi kawasan strategis yang maju. Tapi kalau dibiarkan seperti ini, ketimpangan akan terus melebar. Jangan sampai wilayah perbatasan seperti Tarumajaya terus dianaktirikan,” pungkasnya.

Masyarakat kini berharap pemerintah daerah dan provinsi segera mengambil langkah nyata agar Tarumajaya tidak lagi menjadi wilayah tertinggal di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri di utara Bekasi.

*(Didi)*