Jakarta, faktaonenews.com –
MTs Fajrul Islam terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membentuk karakter siswa. Hal tersebut terungkap dalam wawancara mendalam yang dilakukan oleh Tim Media Fakta bersama Kepala Madrasah, Bapak Fahmi Nur.
Dalam wawancara tersebut, Bapak Fahmi Nur menjelaskan bahwa saat ini MTs Fajrul Islam memiliki total 198 siswa yang terbagi ke dalam tiga tingkat kelas, yaitu kelas 7, 8, dan 9. Sistem pembelajaran menggunakan pembagian kelas A dan B di setiap tingkat. Selain itu, madrasah ini didukung oleh 27 tenaga pendidik dan 13 tenaga kependidikan, sehingga total keseluruhan staf mencapai sekitar 40 orang.
Dari sisi fasilitas, MTs Fajrul Islam memiliki delapan ruang belajar yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi bagian penting dalam pengembangan minat dan bakat siswa. Terdapat tiga kegiatan utama, yaitu Pramuka sebagai kegiatan wajib, Futsal yang menjadi ekstrakurikuler paling diminati, serta Hadroh.
Kegiatan harian di madrasah ini menekankan pembiasaan positif, seperti membaca Al-Qur’an setiap pagi serta kegiatan keagamaan lainnya. Pada hari Sabtu, kegiatan difokuskan pada kokurikuler dan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di depan kelas dengan bimbingan guru. Jadwal belajar berlangsung selama 9 jam pada hari Senin hingga Kamis, 6 jam pada hari Jumat, dan Sabtu dikhususkan untuk pengembangan kegiatan siswa.
Dalam bidang keagamaan, program diniyah menjadi salah satu fokus utama. Setiap siswa diuji kemampuan membaca Al-Qur’an, kemudian dikelompokkan sesuai dengan tingkatannya. Pengajaran diniyah dilakukan oleh guru internal serta alumni pondok pesantren. Meskipun program ini belum berjalan secara maksimal karena keterbatasan tenaga pengajar, pihak madrasah berencana untuk mengoptimalkannya pada tahun ajaran baru.
Selain itu, madrasah juga menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan saat waktu istirahat melalui sistem perwakilan kelas. Jika ada siswa yang tidak hadir, makanan tersebut dapat diambil atau dibagikan kepada masyarakat sekitar. Kantin tetap beroperasi, dan siswa memiliki dua kali waktu istirahat yang juga dimanfaatkan untuk sholat dzuhur berjamaah.
Dalam hal pembiayaan, madrasah menetapkan sumbangan pendidikan sebesar Rp.270.000 per bulan. Namun, kebijakan ini bersifat fleksibel. Siswa yatim dibebaskan dari biaya, sementara bagi keluarga kurang mampu dapat mengajukan keringanan kepada pihak sekolah.

Bapak Fahmi Nur menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di MTs Fajrul Islam tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keimanan, serta keterampilan hidup siswa. Ia berharap para lulusan memiliki bekal agama yang kuat dan mampu mandiri dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah membangun mentalitas, karakter, serta kemampuan komunikasi siswa di tengah perkembangan zaman. Oleh karena itu, pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan dan pembiasaan ibadah terus menjadi fondasi utama yang diperkuat di lingkungan madrasah.
Dengan berbagai program dan visi tersebut, MTs Fajrul Islam diharapkan dapat terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan.”
_RLR, KO, NW_
