Tangerang, Faktaonenews.com
Senin 09 Februari berlokasi di Kantor OJK Serang Banten, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang melakukan silaturahmi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banten sebagai langkah memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya praktik rentenir dan bank emok. Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendorong sistem pembiayaan yang legal, aman, serta sesuai prinsip keuangan yang sehat.
Ketua Umum MES Kabupaten Tangerang, Dr. Mohammad Mahrusilah, MA, menegaskan bahwa persoalan rentenir tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga menimbulkan masalah sosial di tengah masyarakat.
“Banyak warga kecil yang akhirnya terjebak pada pinjaman berbunga tinggi dengan pola penagihan yang memberatkan. Karena itu, kami hadir bersama OJK untuk memberikan pemahaman bahwa tersedia alternatif lembaga keuangan yang resmi, aman, dan lebih menenangkan,” ujar Kyai Mahrus.
Ia menambahkan bahwa MES siap menjadi jembatan antara regulator dan masyarakat agar edukasi dapat menjangkau hingga tingkat akar rumput.
“Kami ingin pengurus MES sampai kecamatan dan desa ikut bergerak. Edukasi ini harus terus dilakukan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada praktik rentenir,” tambahnya.
Sekretaris MES Kabupaten Tangerang, Ujang Sidik, SE, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan literasi keuangan warga.
“Permasalahan utama sering kali karena kurangnya informasi. Dengan kolaborasi bersama OJK, masyarakat akan mengetahui mana lembaga yang legal dan bagaimana mendapatkan akses pembiayaan yang benar,” kata Ujang.
Ia juga menegaskan bahwa dalam program ke depan, MES akan memperluas kemitraan dengan bank daerah di Kabupaten Tangerang agar masyarakat memiliki pilihan pembiayaan yang mudah dijangkau.
“Kami akan melibatkan bank daerah untuk hadir langsung dalam kegiatan edukasi. Harapannya warga mendapatkan solusi nyata, bukan hanya pemahaman,” jelasnya.
Dari pihak OJK Banten, Asisten Direktur, Rija, menyambut baik inisiatif MES Kabupaten Tangerang dalam memperkuat perlindungan masyarakat.
“Kami mengapresiasi peran MES yang aktif turun ke lapangan. Sinergi ini penting agar masyarakat memahami risiko pinjaman ilegal serta beralih ke lembaga keuangan yang resmi dan diawasi,” ungkap Rija.
Menurutnya, pelibatan bank daerah merupakan langkah positif untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus menghadirkan akses pembiayaan yang lebih adil bagi masyarakat.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal gerakan bersama antara MES, OJK, dan perbankan daerah untuk menekan praktik rentenir serta memperkuat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang.
Dais
