DIGUYUR HUJAN SEJAK SABTU, KAPUK MUARA DAN DURI KOSAMBI TERENDAM BANJIR, AKSES JALAN LUMPUH

HomeUncategorized

DIGUYUR HUJAN SEJAK SABTU, KAPUK MUARA DAN DURI KOSAMBI TERENDAM BANJIR, AKSES JALAN LUMPUH

Jakarta, faktaonenews.com

Sejumlah titik di Jalan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, masih tergenang banjir hingga Senin (9/3/2026) pagi. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 09.40 WIB, genangan mulai terlihat setelah melintasi Rumah Pompa Kapuk 3 di jalan tersebut.

Air berwarna keruh dengan ketinggian sekitar 10 hingga 35 sentimeter menggenangi badan jalan. Beberapa sampah plastik juga tampak mengambang di area yang tergenang.

Akibatnya, sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok saat menerobos banjir.
Sebagian pengendara lainnya memilih memutar balik menuju arah Jalan Teluk Gong karena khawatir kendaraan mereka tidak mampu melewati genangan air. Di sisi lain, beberapa warga terlihat berjalan kaki dengan celana yang digulung hingga di atas lutut.

Di lokasi juga terlihat sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) berjaga. Aman (40), salah satu pengendara yang motornya mogok, mengaku tidak menyangka genangan banjir masih terjadi hingga Senin pagi.

“Mau hindarin macet di Muara Karang malah kejebak di sini,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Senin.

Sementara itu, Aldi (50), warga sekitar, mengatakan banjir di kawasan Kapuk Muara terjadi sejak hujan yang mengguyur Jakarta pada Sabtu (7/3/2026) malam.

“Iya, ini yang banjir dari hujan malam minggu kemarin. Ini udah mulai surut hitungannya, sebelumnya sampai masuk ke depan rumah,” tuturnya di sekitar lokasi, Senin.

Menurutnya, wilayah Kapuk Muara memang sudah kerap dilanda banjir sehingga warga setempat telah terbiasa menghadapi kondisi tersebut.

“Selalu, kalau hujan pasti banjir. Daerah sini emang udah engga asing, rob aja juga naik,” tambahnya.

Selain itu, banjir juga masih merendam permukiman warga di kawasan Jalan Pulo Indah Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Senin (9/3/2026) pagi.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB menunjukkan akses jalan utama di permukiman tersebut sepanjang kurang lebih 1 kilometer (km) lumpuh dan tidak dapat dilintasi kendaraan.

Sejumlah rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 60 hingga 80 sentimeter (cm).

Warga berharap pemerintah segera menangani dan menuntaskan permasalahan banjir agar kondisi lingkungan dapat kembali normal.

_Ko_