BGN Bantah Klaim Keuntungan Rp1,8 M Mitra SPPG dari MBG, Sebut Hanya Asumsi Fiktif

HomeUncategorized

BGN Bantah Klaim Keuntungan Rp1,8 M Mitra SPPG dari MBG, Sebut Hanya Asumsi Fiktif

Jakarta, faktaonenews.com

Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan kabar yang menyebut mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) meraup keuntungan hingga Rp1,8 miliar per tahun. Angka tersebut ditegaskan bukan laba bersih, melainkan hitungan pendapatan kotor maksimal.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa perhitungan Rp1,8 miliar berasal dari asumsi Rp6 juta per hari dikalikan 313 hari operasional dalam setahun. Hari Minggu tidak dihitung karena dapur tidak beroperasi.

Namun, menurut beliau, angka itu belum memperhitungkan berbagai komponen biaya yang wajib ditanggung mitra, mulai dari investasi awal, biaya operasional, perawatan fasilitas, hingga penyusutan aset dan risiko usaha lainnya.
“Jadi itu bukan keuntungan bersih yang bisa langsung diterima mitra,” ujarnya.

BGN juga membantah tudingan adanya penggelembungan harga bahan baku maupun keterkaitan kepemilikan SPPG dengan kepentingan politik tertentu. Penilaian tersebut disebut tidak sesuai dengan fakta teknis dan skema pembiayaan yang berlaku.

Untuk menjadi mitra SPPG, pelaku usaha disebut harus menyiapkan modal awal sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, tergantung lokasi dan harga lahan. Dana itu digunakan untuk pengadaan lahan seluas 500–800 meter persegi, pembangunan dapur industri sekitar 400 meter persegi, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan, CCTV, dan instalasi listrik tiga fase.

Selain itu, mitra juga wajib memenuhi standar sanitasi dan keamanan pangan, termasuk sistem filtrasi air minum, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), lantai higienis, serta sertifikasi laik hygiene dan halal.

BGN menegaskan persyaratan tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

(Yni)